Aksi Kekerasan Viral

Video Viral Seseorang Yang Di Perkirakan Polisi Itu Membanting Demonstran

Jika kemarin sempat ada berita viral aksi pemukulan ketua RW kini kembali lagi terjadi saat unjuk rasa Himpunan Mahasiswa Tangerang (HIMATA) Banten Raya untuk memperingati hari jadi kabupaten itu pada mulanya damai. Namun, bentrokan pecah dikala polisi membubarkan massa dengan alasan dikarenakan menahan kerumunan sementara pandemi Covid-19.

Aksi Kekerasan Viral

Kapolresta Tangerang Komisaris Besar Wahyu Sri Bintoro menyebutkan ketegangan terjadi sementara tim negosiator dari polisi berharap perwakilan mahasiswa untuk bersuara dengan pejabat Kesbangpol Linmas Pemkab Tangerang. Namun, massa berharap Bupati Tangerang datang langsung. Permintaan itu tidak sanggup dipenuhi dikarenakan Bupati Tangerang tengah mengikuti kesibukan perayaan hari ulang tahun Kabupaten Tangerang ke 389.

Kronologi Kekerasan Saat Unjuk Rasa

Sebelumnya diberitakan, demo mahasiswa Tangerang, berujung ricuh dengan aparat. Dalam satu adegan, seorang pendemo dibanting petugas sampai kejang-kejang. Awalnya sejumlah mahasiswa hendak masuk ke didalam Gedung Bupati Tangerang. Bahkan, di pertengahan video tersebut tampak seorang polisi berbadan besar, berpakaian serba hitam tengah menahan dan menarik seorang mahasiswa.

Video Viral Seseorang Yang Di Perkirakan Polisi Itu Membanting Demonstran

Tak lama kemudian, polisi yang disinyalir merupakan anggota Polresta Tangerang tersebut tiba-tiba saja membanting mahasiswa itu ke trotoar layaknya bermain smack down. Bantingan tersebut sampai terkena tulang belakang dan anggota bagian belakang kepala. Saking kerasnya bantingan, suara benturan badan mahasiswa pada trotoar terdengar jelas di didalam video. Tak lama kemudian, mahasiswa tersebut kejang-kejang.

Lalu seseorang berteriak minta tolongin didalam video. Beberapa orang di sekitarnya, terhitung polisi yang lain, segera membantu mahasiswa itu untuk duduk. Mahasiswa itu tetap kejang-kejang. Kapolresta Tangerang, Kombes Pol Wahyu Sri Bintoro membeberkan alur versi pihaknya. Ia menyebut aksi tersebut memanas dikala massa dari mahasiswa merasa mendorong memaksa masuk kawasan Pemkab Kabupaten Tangerang.

Permintaan Maaf Pelaku Untuk Korban

Kepolisian Daerah Banten dan Polresta Tangerang menyampaikan permohonan maaf kepada Muhamad Faris Amrullah, mahasiswa pendemo yang dibanting aparat dengan keras, saat melaksanakan aksi unjuk rasa di depan kantor Bupati Tangerang.

“Berkaitan dengan penanganan aksi unjuk rasa yang viral. Yang pertama Polda Banten berharap maaf dan Polresta Tangerang terhitung berharap maaf kepada MFA (Muhamad Faris Amrullah) usia 21 tahun, yang mengalami tindakan kekerasan oleh oknum pengamanan aksi unjuk rasa di depan gedung Pemerintah Kabupaten Tangerang,” ujar Kapolresta Tangerang Kombes Pol Wahyu Sri Bintoro.

Brigadir NP yang membanting pendemo mahasiswa, M Faris, berharap maaf atas tindakannya dan mengaku siap bertanggung jawab. Kapolda Banten Irjen Rudy Heriyanto Adi Nugroho berjanji akan menindak tegas polisi itu. Brigadir NP yang membanting pendemo mahasiswa, M Faris, sudah dipertemukan pascainsiden tersebut. Secara terbuka, Brigadir NP menyampaikan permohonan maaf kepada Faris dan mengaku siap bertanggung jawab. Dalam konferensi pers itu, M Faris yang sedang asik bermain di Daftar Situs Judi Slot Deposit Pulsa Tanpa Potongan 2021 lantas berjabat tangan dan berpelukan.

“Saya minta maaf kepada Mas Faris atas kelakuan saya dan saya siap bertanggung jawab atas kelakuan saya,” ujar Brigadir NP.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *